
Nama :
Eduard Thomas Prakoso
Kelas :
1IA03
NPM :
52412363
Matkul : Ilmu Budaya Dasar
Aku dan Penderitaanku
Nama saya Eduard Thomas P, seperti
anak kampus lainnya, saya dari keluarga yang sederhana, saya juga tidak terlalu
pintar terlihat dari IP saya yang hanya 2.9. Pelajaran – pelajaran di kampus
mungkin lumayan sulit, beberapa bukan karena pelajarannya tersebut, ya namun
karena dosennya haha.
Saat saya SMA mungkin saya melalui
masa – masa tersulit dalam hidup saya. Jadi pertama saat saya kelas 11, saya
menyukai seorang wanita, ya mungkin pertama – pertama itu hal yang tidak
mungkin karena kita berbeda iman. Namun walau dia dan saya berbeda namun tetap
saya niatkan pendekatan saya, dengan meminta nomer hapenya dari teman saya.
Pertama saya saat mulai sms dia, dia
membalas dengan jawaban dingin sekali, saya pun semakin ragu harus
meneruskannya apa tidak. Ya setelah beberapa lama hampir 2 bulan, saya dan dia
sudah mulai akrab, dan pasti 1 hari ada saja sms yang di bahas
Setelah aku yakin dengan perasaannya
dia kepadaku, aku meniatkan untuk menyatakan perasaan ini kepadanya. Hari itu
tanggal 20 September 2011 pukul 22.15 aku menyatakan perasaanku kepadanya,
walaupun hanya lewat telepon. Setelah aku menyatakan, dan menunggu jawaban
darinya, namun apa daya, dia menolak, karena perbedaan iman kita. Disitu saya
tidak dapat mengatakan apa – apa, langsung menutup telepon, dan rasa itu datang,
“galau”
Namun dia meminta maaf kepada saya
karena dia tidak bisa menerima karena perbedaan iman, saya pun memaklumi. Dia hanya
meminta saya menjadi teman akrabnya. Ya walaupun begitu saya masih ingin
menjadi kekasihnya, saya tetap sms dengan dia, dan sepertinya semakin hari
semakin membaik
Dan hari itu pun datang, aku
menyiapkan hadiah untuknya yang berulang tahun tanggal 16 Februari. Saya berniat member hadiah kepadanya setelah pulang
sekolah, di KFC dekat situ, karena saya tahu dia akan ngumpul bersama teman –
temannya disitu
Saat istirahat sekolah, saya
dikejutkan oleh sahabat – sahabatku yang mengatakan jangan memberikan hadiah
itu kepada wanita itu. Saya kaget dan
bertanya kenapa, namun mereka tidak menjawab, dari raut muka mereka terlihat
menutupi sesuatu. Sayapun memaksa mereka memberitahu ada apa sebenarnya. Mereka
menarikku ke tempat yang lebih sepi dan menceritakan semuanya yang terjadi. Saat
itu dadaku seperti terhujam batu panas yang langsung menancap tepat di hatiku
Saya tak tahu jika wanita itu disukai
oleh pria lain, dan yang lebih mengecewakan aku, dia dan pria lain itu sudah
menjadi kekasih, aku pun meracau, bingung harus melakukan apa, dan setelah aku
tahu, mereka jadian tanggal 12 februari, dan aku smsan dengan wanita itu dari
tanggal 12 – 15 februari seperti biasa saja, tanpa ada kecurigaan sedikitpun. Aku
kira hubungannya dia denganku special namun digantikan oleh pria lain yang tiba
– tiba merebut begitu saja. Akupun tak tahu apa yang akan kulakukan lagi. Sebenarnya
ini masih ada lanjutan ceritanya namun akan sangat panjang jika aku ceritakan
semuanya
0 komentar:
Posting Komentar